Minggu, 01 Februari 2015

AKU PUNYA 1000 IMPIAN YANG HARUS DICAPAI !
Sekarang ini memang hanya bisa terpaku oleh 1 dunia. melihat orang lain bisa berleha leha bersantai ria itu kadang menimbulkan rasa ingin untuk seperti itu juga.. Tapi saya punya harapan dan  keinginan yang kuat untuk merubah masa depan, membanggakan orang tua.
Ga ada leha leha ! Waktu buat itu masih banyak ! waktu buat nuntut ilmu itu HANYA SAAT INI !

Sabtu, 24 Januari 2015

Short Story By Latu Arya S.

                                 Dunia Imajinasi
Pada sore hari menjelang lelehnya senjakala di tepian lazuardi merah , di barengi suara kumandang adzan dari masjid . Seluruh aktifitas orang-orang dan anak-anak berhenti dan mereka semua kembali ke rumah . kecuali aku dan teman ku Galih, kita terus saja mengayuh sepeda kita menjauhi rumah kita tanpa mengetahui apa sebenernya tujuan Galih mengajak ku .
Langit semakin gelap dan desir angin terasa menusuk kulit ku . Aku mulai cemas apakah aku bisa kembali kerumah , belokan , tanjakan dan turunan terus aku lewati, entah apa yg ada di pikiran Galih apakah dia merasa cemas seperti aku tapi dari raut wajahnya sama sekali tidak nampak wajah cemas atau takut . rasa penyesalan mulai menyelimuti hati dan pikiran ku pasti orantua ku sedang mencemaskan anaknya ini.
Saat sampai di pertigaan yang gelap tanpa cahaya lampu yg ada hanya cahaya bulan yg membantu menerangi jalan , Galih tiba-tiba berhenti dan terdiam , aku bertanya kepadanya “kenapa kita berhenti ?” dia hanya diam . aku bertanya lagi “ kemana sebenernya kita pergi gal ??” dia menjawab “ ke sebuah jembatan yg menuju ketempat di mana kamu tidak akan sempat berkedip , tidak dapat merasakn keringat mengalir di kulit mu , dan tidak bisa bergerak , badan mu akan menjadi seperti patung batu !” mendengar jawbannya aku sedikit bingung dan bertanya-tanya tempat macam apa itu , tapi membuat ku menjadi penasaran.
Aku terus mengikuti Galih dari belakang , udara pun semakin dingin dan entah jam berapa sekarang tapi sepertinya sudah larut malam . Tiba-tiba mauklah kita kesebuah hutan yg sangat menyeramkan . Galih melihat ke arah ku dan mengatakan “ kita sudah setengah perjalanan” aku tidak terlalu mendengarkannya karna aku sangat merasa takut pada apa yg akan kita hadapi dan kita temui di dalam hutan itu,”apa aku bisa pulang yaa?”aku bertanya pada diriku sendiri.
Setelah masuk ke hutan Galih bicara padaku agar tidak berteriak , tidak berbicara kasar, tidak boleh merusak , dan yg paling penting tidak boleh membawa apapun dari hutan ini karna akan terjadi hal yg sangat buruk , gunakan saja imajinasi , insting dan otak mu agar bisa selamat. Aku mengiyakan saja . kita sudah tidak menaiki sepeda hanya menuntunya saja. Hutan itu sangat gelap dan di tumbuhi pohon-pohon yg sangat besar , sehingga menutupi cahaya bulan yg merupakan satu-satunya sumber cahaya kita. Galih mengambil sebuah ranting yg jatuh untuk kita pegang di kedua sisi nya agar kita tidak terpencar.
Suara burung dan dan serangga-serangga semakin membuat ku takut . Tiba-tiba sebuah ranting jatuh dari atas di barengi sebuah kelelawar yg berterbangan di hadapan ku , aku terkejut tapi aku tidak berteriak karna aku ingat kata-kata Galih. Lalu aku tersadar bahwa Galih tidak lagi ada di depan ku . aku sangat takut , apa yg harus aku lakukan , aku bahkan tidak tahu dimana aku berada dan aku harus kemana . aku duduk terdiam sambil berfikir apa yg akan aku lakukan , aku mencoba mengingat-ingat ciri-ciri tempat yg dikatakan Galih karena secar logika itu merupakan satu-satu nya cara untuk bertemu lagi dengan Galih,  aku bergumam “tadi dia berkata dia pergi kesebuah jembatan “ aku merenung kan kata-kata itu “sebuah jembatan ya.. jembatan itu kan sebuah penghubung saebuah wilayah ke wilayah lain yg tidak bisa di tuju hanya dengan jalan kaki karna harus melewati sebuah jurang atau sungai untuk sampai ke sebrangnya. Dan di sungai itu terdapat air bukan!” aku mencoba memfokuskan fikiran ku ke indra pendengaran ku , ternyata aku mendengar sebuah suara arus air , aku mencoba untuk mengikuti arah suara itu berada. Dan akhirnya aku menemukan sungai itu tapi aku tidak menemukan ada jembatan di situ , aku terus menelusuri aliran sungai itu untuk mencari jembatan itu sambil berharap Galih tidak meninggalkan ku. Sudah lelah aku berjalan akhirnya aku melihat sepeda Galih yg di senderkan di sebuah pohon yg terdapat seutas tali tambang di salah satu dahannya, aku bergumam” apabila sepedanya di sini pasti dia sudah menyebbrangi jembatannya tapi di mana jembatan nya ?” sambil aku menoleh ke kanan dan ke kiri dan yg aku dapat kan hanya seutas tali tambang ini . “apakah tali tambang ini yg di maksut jembatannya oleh Galih ?” fikir ku , lalu aku meraih tali itu dan bertekad untuk berayun dengan tali itu untuk sampai ke sebrang , aku berharap semoga keputusan ku tidak salah , akhirnya aku berayun dan sampai ke sebrang.
Sesampainya di sebrang aku berjalan sambil kebingungan karna tiba tiba sudah siang . aku mencoba untuk beristirahat sejenak duduk di sebuah batu , saat aku duduk aku berfikir sambil mencabuti lumut yg ada di batu itu, aku terkejut tiba tiba batu itu bergerak dan berdiri tegak membentuk wujud seperti kakek-kakek yg memakai jubah dan membawa tongkat tampak seperti seorang penyihir , aku terjatuh dan kebingungan “mahluk apa itu?!” gumam ku dalam hati , aku berlari sekuat tenaga menjauhi mahluk itu , saat aku terdiam karna cape mahluk itu menembakan sinar dari tongkat nya ke arah ku tapi meleset dan mengenai pohon . aku terkejut karna pohon itu menjadi batu , aku berfikir” apakah itu maksut kata-kata Galih bahwa aku tidak akan sempat untuk berkedip karena harus menghindari mahluk itu , aku tidak akan merasakan keringat , dan badan ku akan seperti patung batu apabila aku terkena sihir dari mahluk itu” aku terus berlari sekuat yg ku bisa tiba-tiba kaki ku tersangkut di sebuah akar pohon dan terjatuh . mahluk itu pun sudah dekat dan sudah ingin menyihir ku tapi tiba-tiba galih datang dengan membawa sebuah pedang dan perisai seperti yg di gunakan pasukan islam pada perang salib , dan di sebelahnya juga ada pedang-pedang yg bergerak tanpa ada yg memegangnya , mereka bertarung melawan mahluk batu itu . aku sangat bingung dan heran “aku bermimpi atau bagaimana”  .
Setelah mahluk batu itu dapat di kalahkan aku bertanya “mahluk apa tadi itu ?” dia menjawab “itu adalah penjaga jembatan yg tadi kamu gunakan untuk sampai kesini.” Lalu  Galih membawa ku ke sebuah rumah pohon . sesampai nya di rumah pohon aku bertanya “dari mana kamu mendapat baju zirah , perisai dan pedang seperti itu ??” dia menjawab “aku sudah bilang untuk gunakan imajinasi mu, tempat ini adalah tempat di mana imjanisi mu dapat menjadi kenyataan, contohnya saat kamu datang ke tempat ini, tempat ini menjadi siang itu karena kamu sangat ingin tempat ini menjadi terang. cobalah untuk berimajinasi lagi , bayangkan bahwa rumah pohon ini adalah kastil yg sangat megah dengan banyak pasukan infantry di bawah dan ratusan archer di dua pohon di depan itu” aku mencobanya tapi tidak ada yg berubah sama sekali aku terus mencoba tapi tetap tidak berhasil “bayngkan di bawah ada kasur yg sangat empuk !” kata Galih  , aku mencobanya, tiba-tiba dia menendang ku dan aku terjatuh dari rumah pohon itu tapi aku terheran ketika ternyata ada kasur itu di bawah aku hanya bisa terheran dan bingung . melihat ku kebingungan dia berkata “tempat ini membutuh pemimpin yg imajinatif dan aku tidak mau menjadi satu-satunya pemimpin disini. Dia mengajak ku pulang dan tiba-tiba dia sedang duduk di atas sebuah kuda aku masih tidak mengerti dengan cara kerja tempat ini .

Setelah sampai di tempat tali aku datang tadi,  kita berdua menyebrangi sungai itu lagi dengan berayun dengan tali itu . setelah sampai sebrang,  baju zirah yg di gunakan nya pun hilang menjadi debu . kita berdua kembali pulang ke rumah kita masing masing , setelah sampai rumah aku terkejut karena tenyata aku hanya pergi satu jam dari adzan maghrib tadi, padahal aku sudah melewati 2 kali pergantian waktu . Saat aku hendak ganti baju karena ingin melaksanakan solat isya , aku teringat peraturan di hutan tadi bahwa “tidak boleh membawa apapun dari hutan tadi atau hal yg buruk akan terjadi” dan ternyata sebuah daun menempel di badan ku dan aku sudah melanggar peraturan itu.......

Kamis, 10 Juli 2014

Di bilang temen, tapi kaya pacaran . di bilang Pacaran , faktanya just friend.

Selasa, 08 Juli 2014

When you focus on Problems, 
        You will have More Problems.
When you focus on Possibilities
         You'll have More Opportunities